Selasa, 10 Oktober 2017
Minggu, 08 Oktober 2017
TUGAS SOFTSKILL I [KELAS 3PA05]
KREATIVITAS 4P
Menurut Duane Schulzt dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat dijelaskan bahwa kreatifitas seseorang didasari oleh 4 aspek, yaitu: Person (pribadi), Press (pendorong), Process (proses), dan Product (produk). Berikut adalah ulasan dari keempat aspek tersebut:
1. Person
Kreativitas adalah ungkapan (ekspesi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungan. Ungkapan kreatif ialah yang mencerminkan orisinilitas dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik inilah dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif.
2. Pendorong
Bakat kreatif siswa akan terwujud jika ada dorongan dari lingkungan, ataupun jika ada dorongan yang kuat dari dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghaslkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung tetapi dapat pula terhambat dalam lingkungan yang tidak menunjang.
3. Proses
Untuk mengembangkan kreativitas, anak perlu diberikan kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Pendidikan hendaknya dapat merangsang anak untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif, dengan membantu mengusahakan sarana prasarana yang diperlukan. Dalam hal ini yang terpenting adalah memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif, tentu saja dengan persyaratan tidak merugikan orang lain atau lingkungan.
4. Produk
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan, yaitu sejauh mana keduanya mendorong ("press") seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (kesibukan, kegiatan) kreatif.
Sumber referensi:
Anwar, S. S.pd.I.,M.Pd.I. 2015. Management of Student Development. Riau: Yayasan Indragiri
[TUGAS SOFTSKILL 4PA12]
PENGANTAR SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Sebelum memahami apa yang dimaksud dengan sistem informasi psikologi, kita harus memahami definisi dari sistem, informasi, dan psikologi itu sendiri. Menurut para ahli, yang dimaksud dengan sistem antara lain:
· Menurut L. James Havery, sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
· Menurut Henry Prat Fairchild dan Eric Kohler, sistem adalah sebuah rangkaian yang saling terkait antara beberapa bagian dari yang terkecil, dan jika suatu bagian atau sub bagian terganggu, maka bagian yang lainnya ikut merasakan ketergangguan tersebut.
· Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas seperti pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah di tubuh.
Jadi, dari pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu prosedur yang logis dan rasional serta saling terkait satu sama lain dan membentuk suatu totalitas atau kesatuan.
Sedangkan pengertian informasi menurut para ahli yaitu:
· Azhar Susanto, di dalam bukunya yakni Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi merupakan hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat tertentu.
· Burch & Strater mengemukakan bahwa informasi merupakan proses pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan sebuah pengetahuan atau keterangan.
· George R. Terry menjelaskan informasi sebagai data yang terpenting untuk memberikan pengetahuan yang bermanfaat.
· Jogianto, dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, mengemukakan informasi sebagai data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih bermanfaat bagi yang menerima informasi.
· Lani Sidharta mendefinisikan informasi sebagai data yang diberikan dalam bentuk yang lebih berguna untuk membuat sebuah keputusan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil pengolahan data untuk memberikan suatu pengetahuan atau keterangan yang bermanfaat.
Selanjutnya adalah pengertian dari psikologi. Menurut para ahli yang dimaksud dengan psikologi antara lain:
· Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
· Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
· Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya. Sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berpikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Jadi dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hubungannya
dengan lingkungannya yang dapat dilihat secara langsung maupun tidak langsung.
Dari berbagai pendapat ahli mengenai definisi dari ketiga hal yaitu sistem, informasi dan psikologi dapat kita tarik kesimpulan untuk mendapatkan makna dari yang dimaksud dengan Sistem Informasi Psikologi.
Sistem informasi psikologi adalah: suatu sistem kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu yang bermanfaat.
Sistem informasi psikologi adalah: suatu sistem kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu yang bermanfaat.
Sumber referensi:
Selasa, 27 Desember 2016
Tugas 3. Psikologi dan Internet
Game Online
Game berasal dari Bahasa Inggris yang artinya permainan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), permainan berarti sesuatu yang digunakan untuk bermain, barang atau sesuatu yang dipermainkan yang disebut dengan mainan. Game atau permainan ini sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu game online dan game offline. Yang akan menjadi pembahasa lebih lanjut dari tulisan ini adalah game online.
Online adalah istilah saat kita sedang terhubung dengan internet atau dunia maya, baik itu terhubung dengan akun media sosial kita, email dan berbagai jenis akun lainnya yang kita pakai atau gunakan lewat internet. Jadi, berdasarkan definisi dari game dan online di atas, pengertian dari game online adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain, yang sesuatu itu sendiri terhubung dengan internet atau dunia maya.
Game online terdiri dari berbagai jenis, antara lain:
- First Person Shooter (FPS), adalah game yang mngambil pandangan orang pertama pada gamenya sehingga seolah-olah kita sendiri yang berada dalam game tersebut. Kebanyakan game ini mengambil setting peperangan dengan senjata-senjata militer.
- Real-Time Strategy, merupakan game yang permainannya yang menekankan kepada kehebata strategi pemainnya. Biasanya pemain memainkan lebih dari satu karakter.
- Cross-Platform Online, merupakan game yang dapat dimainkan dengan hardware yang berbeda.
- Browser Games, merupakan permainan yang dimainkan pada browser seperti FireFox, Opera, IE. Syarat dimana sebuah browser dapat memainkan game ini adalah browser sudah mendukung javascript, php, maupun flash.
- Massive Multiplayer Online Games, adalah game dimana pemain bermain dalam dunia yang skalanya besar. Setiap pemain dapat berinteraksi secara langsung.
Game online memiliki dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari game online dapat dilihat dalam artikel berikut:
sedangkan, fenomena dampak negatif dari game online dapat dilihat dalam laporan penelitian dalam link berikut ini:
Referensi:
www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-online-dan-offline-secara-lebih-jelas.html
https://wicethe.wordpress.com/pengertian-dan-tipe-tipe-game-online/
Rabu, 16 November 2016
Tugas 2. Psikologi dan Teknologi Internet
Sex dalam Internet
Kehadiran internet sangat menarik perhatian masyarakat khususnya dikalangan remaja. Internet memberikan kemudahan serta sarana yang sangat menarik salah satunya ialah media online. Media online sebagai salah satu sarana media baru yang muncul seiring kemajuan internet. Munculnya media baru ini berpengaruh terhadap perilaku penyimpangan sosial, khususnya terhadap perilaku seksual dan kehamilan di usia remaja.
Cybersex, saat ini telah menjadi sebuah fenomena
seksual yang bertumbuh cukup pesat, terutama di kota-kota besar dimana internet
semakin mudah diakses. Apalagi ditambah pula semakin menjamurnya situs porno,
fasilitas chatting yang menawarkan webcam dan internet
phone.
Bila sudah menjadi kecanduan, cybersex ini
menjadi kombinasi adiksi, yaitu adiksi seks dan adiksi internet, dimana
seseorang secara berulang menggunakan fasilitas internet guna pemuasan hasrat
seksualnya. Secara harfiah, cybersex dapat diartikan sebagai
pemuasan hasrat seksual menggunakan fasilitas internet. Bahkan, fenomena ini
telah merambah dunia bisnis, tentunya untuk meraup keuntungan dari berbagai
jasa yang ditawarkan.
Secara garis besar terdapat 3 kategori cybersex:
- Online
porn: gambar porno, dan cerita-cerita erotis
- Real
time interaction: chatting dimana topik yang
dibicarakan adalah seks, “berhubungan seksual” lewat dunia maya, webcam
sex.
- Multimedia-software:
game erotis, video porno.
Penyebab adiksi/kecanduan cybersex antara
lain:
1. Aksesibilitas
Saat ini fasilitas internet telah dapat diakses dengan
sangat mudah. Dalam arti dapat dikonsumsi secara publik dari berbagai golongan
sosial tanpa memandang usia, pekerjaan, jenis kelamin, dll.
2. Isolasi
Cybersex menawarkan kesempatan seseorang untuk
terpisah dari orang lain, dan lebih jauh lagi untuk terperosok lebih jauh lagi
dalam hal fantasi seksualnya tanpa takut tertular penyakit, kehamilan tak
diinginkan, dll.
3. Anonim
Kondisi para pelaku cybersex yang anonim
ini membuatnya lebih kecanduan menggunakan internet sebagai fasilitas pemuas
hasrat seksual. Cybersex menawarkan anonimitas, dimana
pelakunya tidak perlu takut dikenali masyarakat bila mengunjungi prostitusi,
mengunjungisex shop, striptease club, dll. Dan identitas di
dunia maya pun dapat dikaburkan.
4. Terjangkau
Saat ini, fasilitas cybersex sangat
terjangkau, dan internet juga cukup murah. Fasilitas chatting gratis,
begitu pula materi-materi porno yang terkandung dalam berbagai situs porno juga
banyak yang dapat dilihat tanpa biaya hingga dapat di-download dengan
cepat. Tentu saja dibandingkan dengan jasa prostitusi yang berbayar dan
berisiko tertular penyakit.
5. Fantasi
Cybersex juga menawarkan bagi pelakunya untuk
berfantasi secara bebas dimana mungkin fantasinya itu bertentangan dengan norma
masyarakat. Termasuk didalamnya adalah menentukan kriteria fisik lawan jenis
yang diinginkan, skenario chat sex yang akan dinikmati, dll.
Berikut tanda-tanda seseorang yang telah kecanduan seks
via internet, seperti dilansir dari onlymyhealth, antara lain:
- Menghabiskan
waktu berjam-jam untuk melihat hal-hal yang berbau porno di internet,
seperti video atau foto-foto porno.
- Orang
kecanduan seks via internet selalu melibatkan diri dalam obrolan seks
online. Hal ini merupakan cara untuk menikmati fantasi seksual sehingga
melupakan aktivitas lainnya karena terlaru larut obrolannya.
- Akan
berperilaku menjengkelkan jika tidak dapat mengakses internet. Bagi
orang yang sudah kecanduan seks via internet tidak akan bersikap normal
jika tidak menyalurkan keinginan seksualnya dengan berselancar di dunia
maya.
- Orang
yang telah kecanduan seks via internet akan merasa berkurangnya
keintiman seksual dan kesenangan dalam kehidupan nyata. Orang tersebut
akan membandingkan kehidupan nyata dengan kehidupan seks virtual yang
membuatnya lebih puas.
- Selalu
berfantasi tentang seks.
- Bersikap
defensif ketika orang lain memberitahu bahwa dirinya telah menghabiskan
waktu berjam-jam di internet. Orang yang telah kecanduan seks via internet
selalu takut tertangkap basah oleh orang lain ketika sedang menyalurkan
hasrat seksualnya dan membuatnya bersikap skeptis.
- Selalu
merasa bersalah tetapi tidak dapat mengendalikan keinginannya untuk
berselancar di dunia maya.
- Rela
menghabiskan banyak uang untuk mengakses situs-situs porno yang
berbayar.
Rabu, 19 Oktober 2016
TUGAS 1. PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET
Plagiat dalam Internet
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang
lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri,
misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Pelaku
plagiat disebut sebagai plagiator. Singkat kata, plagiat adalah pencurian karangan milik orang lain.
A. Fenomena Plagiat dalam Internet
Dewasa
ini, teknologi sudah semakin berkembang. Tidak dapat dipungkiri bahwa
masyarakat masa kini memiliki kebebasan dalam mengakses internet. Adanya
kebebasan dalam mengakses internet ini menimbulkan banyak fenomena, salah
satunya adalah terjadinya plagiat di Internet. Terlalu banyak aktiviti plagiat
yang boleh dilakukan menerusi Internet. Antara aktiviti plagiat ini kebiasaanya
melibatkan teks, perisian komputer, animasi – tidak kira dalam bentuk video,
audio, grafik dan sebagainya. Terdapat juga aktiviti plagiat di mana teks
daripada artikel, buku, blog, wikipedia dan jurnal ditiru. Beribu-ribu hasil
carian seperti artikel, data dan gambar boleh didapati dengan hanya menaip kata
kunci dan melakukan satu carian yang mudah. Hasil carian diperoleh dalam masa
beberapa saat sahaja. Hasil carian kemudiannya boleh di salin tampal
(copy-paste), di muat turun ke dalam komputer sendiri malahan ada yang sanggup
bertindak lebih jauh lagi – dengan membayar bagi mendapatkan salinan karya
tersebut.
Menurut
wikipedia, terdapat 7 aktiviti yang boleh digolongkan sebagai tindakan plagiat:
1. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan anda sendiri
2. Mengakui idea orang lain sebagai idea anda sendiri
3. Mengakui penyelidikan, data dan uji kaji orang lain sebagai kepunyaan anda sendiri
4. Mengakui karya kelompok orang lain sebagai hasil anda sendiri
5. Menyajikan tulisan yang sama pada masa yang lain tanpa menyebut asal-usulnya (karya asal)
6. Menyalin, meringkas dan menulis semula perkataan, ayat atau idea yang diperoleh daripada sumber lain dan menulis semula mengikut kefahaman anda sendiri.
2. Mengakui idea orang lain sebagai idea anda sendiri
3. Mengakui penyelidikan, data dan uji kaji orang lain sebagai kepunyaan anda sendiri
4. Mengakui karya kelompok orang lain sebagai hasil anda sendiri
5. Menyajikan tulisan yang sama pada masa yang lain tanpa menyebut asal-usulnya (karya asal)
6. Menyalin, meringkas dan menulis semula perkataan, ayat atau idea yang diperoleh daripada sumber lain dan menulis semula mengikut kefahaman anda sendiri.
7. Melakukan terjemahan bahasa tanpa menyatakan sumber asal
terjemahan tersebut
Terdapat beberapa faktor penyebab mengapa seseorang itu melakukan plagiat. Antaranya seperti yang berikut:
1. Kesuntukan masa dan tiada idea dalam menyiapkan sesuatu
tugasan
2. Tiada kemahiran dalam melakukan penyelidikan
3. Sikap mereka yang melakukan plagiat itu sendiri
4. Kurang pendedahan tentang plagiat dan undang-undang hak
cipta.
B.
Sejarah Munculnya Plagiat dalam Internet
Menurut petunjuk teknis pencegahan plagiat UPI yang mengutip
dari http://www.u.arizona.edu/~rlo/482/plagiarism.pdf tiga jenis tindakan
plagiat :
- Menggunakan kata-kata orang lain secara persis tanpa membubuhkan tanda kutip beserta rujukannya.
- Menggunakan kata-kata orang lain, tetapi mengubah beberapa di antara kata-kata itu atau menyusunnya kembali walaupun sumbernya disebutkan.
- Meringkas atau memparafrase kata-kata orang lain tanpa mencantumkan rujukannya.
Sementara itu, Barnbaum (n.d) dari Valdosta State University,
menggolongkan plagiat menjadi lima jenis, yaitu:
- “Copy-paste”, dalam arti mengambil kalimat atau frase orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan sumbernya.
- “Word-switch”, mengambil kalimat atau frase orang lain dengan mengubah struktur kalimat atau kosakatanya.
- “Style”, dalam arti mengikuti artikel sumber kata demi kata dan kalimat demi kalimat.
- “Metafora”, dalam arti menggunakan metafora orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.
- “Gagasan”, dalam arti mengambil gagasan, pikiran atau pendapat orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.
Ireton (n.d) melihat tindakan plagiat dari sudut pandang
berbeda. Sarjana itu menggolongkan plagiat menjadi;
- Plagiat kata-kata, yaitu menggunakan kata-kata orang lain sama persis tanpa menyebutkan sumbernya.
- Plagiat struktur, yaitu menggunakan kata-kata orang lain dengan mengubah konstruksi kalimat, pilihan kata walaupun dengan memberikan rujukan.
- Plagiat gagasan, yaitu menyajikan gagasan orang lain dengan bahasa sendiri tanpa menyebutkan sumbernya.
- Plagiat kepenulisan, yaitu mengumpulkan replika atau tiruan karya orang lain atau mengumpulkan artikel yang diperoleh dari Internet atau dari teman.
- Autoplagiat, yaitu menggunakan tugas yang sama untuk dua mata kuliah yang berbeda atau mengambil pikiran sendiri yang telah dikemukakan dalam naskah yang telah diterbitkan tanpa menyebutkan sumbernya.
C. Elemen Plagiat
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar
Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. Menggolongkan hal-hal berikut sebagai
tindakan plagiarism:
a. Mengakui tulisan orang lain sebagai
tulisan sendiri.
b. Mengakui
gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri.
c. Mengakui temuan orang lain sebagai
kepunyaan sendiri.
d. Mengakui
karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri.
e. Menyajikan
tulisan yang sama dalam kesepakatan yang berbeda tanpa menyebutkan
asal-usulnya.
f. Meringkas
dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya.
g. Meringkas
dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan
pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
D. Isu-isu Global yang Berkaitan dengan Plagiat dalam Internet
Dalam menjabarkan mengenai isu-isu global yang berkaitan dengan
plagiat dalam internet, penulis mengambil contoh dari sebuah peristiwa nyata
yang terjadi di Negara Jerman tentang bagaimana plagiarisme dilakukan oleh
orang yang dipandang berpendidikan dan terhormat. (Baca: Menhan Jerman
Mundur Karena Plagiarism http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/03/110301_guttenberg.shtml)).
SUMBER REFERENSI:
http://ezonkpsi.blogspot.com/2013/12/fenomena-fenomena-berkaitan-dengan.html
Minggu, 25 September 2016
LAPORAN PRAKTIKUM FAAL V
|
|
LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI FAAL
1.
|
Percobaan
|
:
|
Indera
Peraba
|
Nama Percobaan
|
:
|
Perasaan
pada Kulit
|
|
Nama Subjek Percobaan
|
:
|
Fransiska
Pingky Arianti
|
|
Tempat Percobaan
|
:
|
Laboratorium
Psikologi Faal
|
|
a.
Tujuan
Percobaan
|
:
|
Untuk
mengetahui adanya reseptor tekanan, sakit, sentuhan, dingin, dan panas pada
kulit, serta mengetahui letak masing-masing reseptor.
|
|
b.
Dasar
Teori
|
:
|
Kulit merupakan satu dari lima indra yang dimiliki oleh manusia.
Indra peraba ini mempunyai reseptor khusus untuk masing-masing merasakan sentuhan, panas,
dingin, sakit, dan tekanan. Kulit terdiri dari 3 bagian, yaitu:
1.
Epidermis : bagian terluar
2.
Dermis : terdapat kelenjar dan saluran keringat, bulbus rambut, folikel rambut dan akar rambut; kelenjar sebaseus.
3.
Subcutaneous : pembuluh darah; saraf cutaneous, jaringan otot.
Reseptor kulit dan hamparan impuls di saraf perifer. Kulit berfungsi
sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat
peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai
rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan
dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan
reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk
ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis
yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas,
ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Indra peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada kulit
mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada
manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir. Kulit berfungsi
sebagai berikut:
1.
Mekanoreseptor à berkaitan dengan indera raba, tekanan getaran, dan kenestesi (gerak).
2.
Thermoreseptor à berkaitan dengan penginderaan yang mendekteksi panas dan dingin.
3.
Kemoreseptor à Peka terhadap perubahan kimiawi.
4.
Osmoreseptor à Peka terhdap perubahan tekanan osmotik.
|
|
c.
Alat
yang Digunakan
|
:
|
Tiga
buah baskom plastik serta beberapa macam cairan atau larutan (air, alkohol
70%, dan aseton)
|
|
d.
Jalannya
Percobaan
|
:
|
1.1.
Cara Kerja Tiga Baskom Plastik
Dihadapan
praktikan telah tersedia tiga buah baskom yaitu baskom A, B, dan C, dimana
baskom-baskom tersebut berisikan air dengan suhu yang berbeda-beda. Baskom A
yang berada di sebelah kiri praktikan berisi air dingin, baskom B yang berada
disebelah kanan praktikan berisi air hangat, dan maskom C yang berisikan air
dengan suhu normal berada diantara keduanya. Kemudian praktikan diminta untuk
meletakan tangan kiri pada baskom A, sedangkan tangan kanan pada baskom B.
Setelah beberapa detik kemudian, praktikan diharuskan mengangkat kedua
tangannya dari baskom A dan B kemudian memindahkannya ke dalam baskom C yang
memiliki suhu air normal, lalu praktikan diminta untuk menganalisis rasa yang
dirasakan oleh tangan setelah dicelupkan ke dalam baskom C.
1.2.
Cara Kerja Air, Alkohol 70%, dan Aseton
Asisten
laboratorium meneteskan air, alkohol 70% dan aseton di bagian punggung tangan
praktikan secara bergantian, kemudian praktikan diminta untuk menganalisis
rasa yang dirasakan ketika secara bergantian air, alkohol, dan aseton
diteteskan di punggung tangan (kemudian di tiup) praktikan.
|
|
e.
Hasil
Percobaan
|
:
|
1.1.
Cara Kerja Tiga Baskom Plastik
Pada
saat tangan kiri praktikan dimasukkan ke dalam baskom A, tangan merasakan
rasa dingin. Ketika tangan kanan praktikan dimasukkan ke dalam baskom B,
tangan merasakan rasa hangat. Sedangkan, ketika tangan kanan dan kiri secara
bersamaan dipindahkan ke dalam baskom C, tangan kiri dan kanan merasakan rasa
yang sebaliknya, yaitu tangan kanan merasakan rasa dingin dan tangan kiri
merasakan rasa hangat.
1.2.
Cara Kerja Air, Alkohol 70%, dan Aseton
Aseton
terasa lebih dingin dari air dan alkohol 70%.
Hasil
Sebenarnya:
1.1.
Cara Kerja Tiga Baskom Plastik
a) Biasanya
setelah dimasukkan ke dalam baskom C, tangan kanan terasa dingin dan tangan
kiri terasa hangat.
b) Kulit
sebagai thermoreseptor à
mendeteksi panas dan dingin.
c) Tangan
kanan terasa dingin karena adanya pengurangan kalor à
dari panas ke hangat.
d) Tangan
kiri terasa dingin karena adanya penambahan kalor à
dari dingin ke hangat.
1.2.Cara
Kerja Air, Alkohol 70%, dan Aseton
a) Air terasa lebih dingin ketika
diteteskan di tangan dibandingkan ketika sudah ditiup.
b)
Alkohol lebih dingin dari air.
c)
Aseton lebih dingin dari alkohol.
d) Adanya
reseptor dingin pada kulit à
reseptor End Krause.
e) Alkohol memiliki titik didih yang
rendah sehingga ketika mengenai kulit, alkohol akan langsung menguap selama
proses penguapan alkohol memerlukan kalor yang diambil dari tubuh, maka kulit
akan terasa dingin.
|
|
f. Kesimpulan
|
:
|
Indra peraba adalah indera yang sederhana dan umumnya tersebar pada kulit mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata
rendah. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan
bibir. Kulit berfungsi sebagai mekanoreseptor, thermoreseptor, kemoreseptor, osmoreseptor.
|
|
g. Daftar Pustaka
|
:
|
Puspitawati,
I. (1999). Psikologi faal. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Sherwood,
L. (2001). Fisiologi Manusia dari Sel
ke Sistem. Alih bahasa oleh Batricia I. Jakarta: EGC.
Bagian
Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. (1997). Buku Pedoman Praktikum Psikologi Faal II.
Yogyakarta:Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan
|
2.
|
Percobaan
|
:
|
Indera
Peraba
|
Nama Percobaan
|
:
|
Lokalisasi
Taktil
|
|
Nama Subjek Percobaan
|
:
|
Fransiska
Pingky Arianti
|
|
Tempat Percobaan
|
:
|
Laboratorium
Psikologi Faal
|
|
a.
Tujuan
Percobaan
|
:
|
Memahami
serta mengetahui kepekaan saraf peraba dengan melokalisir tempat; serta
mengetahui kepekaan TPL (Two Point
Localization).
|
|
b.
Dasar
Teori
|
:
|
Organon
taktus adalah alat yag berkaitan dengan indra peraba. Reseptor taktil adalah
mekanoreseptor. Mekanoreseptor berespons terhadap perubahan bentuk dan
penekanan fisik dengan mengalami depolarisasi dan menghasilkan potensial
aksi. Apabila depolarisasinya cukup besar, maka serat saraf yang melekat ke
reseptor akan melepaskan potensial aksi dan menyalurkan informasi ke korda
spinalis dan otak. Reseptor taktil yang berbeda memiliki kepekaan dan
kecepatan mengirim impuls yang berbeda pula. Dikriminasi titik adalah
kemampuan membedakan rangsangan kulit oleh satu ujung benda dari dua ujung
disebut diskriminasi dua titik. Berbagai daerah tubuh bervariasi dalam
kemampuan membedakan dua titik pada tingkat derajat pemisahan bervariasi. Normalnya
dua titik terpisah 2 - 4 mm dapat dibedakan pada ujung jari tangan, 30 - 40mm dapat dibedakan pada dorsum pedis. Tes
dapat menggunakan kompas dan jepitan rambut.
Hampir
semua informasi mengenai sentuhan, tekanan, dan getaran masuk ke korda
spinalis melalui akar dorsal saraf spinal yang sesuai. Setelah bersinap di
spina, informasi dengan lokalisasi dibawa oleh serat-serat A yang melepaskan
potensial aksi dengan cepat (beta dan delta) di kirim ke otak melalui sistem lemniskus kolumna dorsalis.
Serat-serat saraf dalam sisitem ini menyebrang dari kiri ke kanan di batang
otak sebelum bersinaps di talamus. Informasi mengenai suhu dan sentuhan yang
lokalisasi kurang baik di bawa ke korda spinalis melalui serat-serat C yang
melepaskan potensial aksi secara lambat. Info tersebut dikirim ke daerah
retikularis di batang otak dan kemudian ke pusa-pusat yang lebih tinggi
melalui serat di sitem anterolateral.
|
|
c.
Alat
yang Digunakan
|
:
|
Penutup
mata, spidol berwarna merah dan biru, dan penggaris
|
|
d.
Jalannya
Percobaan
|
:
|
Praktikan
diminta untuk menutup matanya. Lalu asisten laboratorium akan menyentuh
bagian punggung tangan praktikan dengan spidol. Kemudian praktikan diminta
untuk menandai bagian yang disentuh oleh asisten laboratorium dengan
menggunakan spidol. Terakhir, asisten laboratorium akan mengukur jarak antara
bagian punggung tangan yang disentuh oleh asisten laboratorium dan bagian
yang ditandai oleh praktikan sendiri.
|
|
e.
Hasil
Percobaan
|
:
|
Praktikan berhasil menentukan dua titik sentuh
dengan jarak sebagai berikut:
Jarak percobaan I =
2,8cm
Jarak percobaan II = 1,5cm
Hasil
Sebenarnya:
1. Jika
jarak kurang dari 5cm à saraf peraba baik.
2. Bila
jarak lebih dari 5cm à saraf peraba kurang
baik.
3. TPL
(Two Point Localization) à
lebih peka pada bagian yang menonjol, seperti hidung, mata, bibir, ujung
jari, telinga, dan lain-lain.
4. Jarak
yang asisten tusuk dengan yang praktikan dapat à
tergantung waktu.
|
|
f. Kesimpulan
|
:
|
Reseptor
taktil adalah mekanoreseptor yang berespons terhadap perubahan bentuk dan
penekanan fisik dengan mengalami depolarisasi dan menghasilkan potensial
aksi. Apabila depolarisasinya cukup besar, maka serat saraf yang melekat ke
reseptor akan melepaskan potensial aksi dan menyalurkan informasi ke korda spinalis
dan otak.
|
|
g. Daftar Pustaka
|
:
|
Puspitawati,
I. (1999). Psikologi faal. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Sherwood,
L. (2001). Fisiologi Manusia dari Sel
ke Sistem. Alih bahasa oleh Batricia I. Jakarta: EGC.
Bagian
Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. (1997). Buku Pedoman Praktikum Psikologi Faal II.
Yogyakarta:Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan
|
3.
|
Percobaan
|
:
|
Indera
Peraba
|
Nama Percobaan
|
:
|
Daya
Membedakan Sifat Benda
|
|
Nama Subjek Percobaan
|
:
|
Fransiska
Pingky Arianti
|
|
Tempat Percobaan
|
:
|
Laboratorium
Psikologi Faal
|
|
a.
Tujuan
Percobaan
|
:
|
Untuk
membuktikan kepekaan saraf peraba terhadap kehalusan benda sampai kekasaran
benda; serta bentuk-bentuk benda (Sterognostik).
|
|
b.
Dasar
Teori
|
:
|
Kepekaan
kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga bahwa akhiran
saraf yang mengelilingi foliculus rambut adalah reseptor taktil. Kita dapat
membedakan benda – benda tanpa melihat bentuknya. Disini yang berperan adalah
reseptor kinaesthesi. Bentuk dan berat benda dapat dibedakan dengan reseptor
tekanan yang digeserkan. Perasaan taktil dapat dibedakan menjadi perasaan
taktil kasar dan perasaan taktil halus. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh tractus spinothalamicus anterior,
sedangkan implus taktil
halus
dihantarkan melalui faciculus gracilis
dan faciculus cunneatus. Perasaan
taktil ada dua macam:
1.
Perasaan Taktil Yang Halus
Kepekaan terhadap taktil halus
diketahui dengan menentukan jarak terdekat antara dua titik di kulit yang
sekaligus distimulasi dan masih
dapat dibedakan sebagai dua titik. Implus taktil ini dihantarkan melalui fasciculus gracillis cuneatus.
2.
Perasaan Taktil Kasar
Implus
taktil ini dihantarkan melalui tractus spinothalamicus anterior. Sensasi
taktil yang terdiri dari raba, tekanan dan getaran sering di golongkan
sebagai sensasi terpisah, mereka semua dideteksi oleh jenis reseptor yang sama.
Satu-satunya perbedaan diantara ketiganya adalah :
a) Sensai
raba, umumnya disebabkan oleh reseptor taktil
didalam kulit atau didalam jaringan tepat dibawah lutut
b) Sensasi
tekanan biasanya disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan yang lebih dalam.
c) Sensasi
getaran, disebabkan oleh sinyal sensori yang berulang dengan cepat tetapi
menggunakan beberapa jenis reseptor yang sama seperti yang digunakan untuk
raba dan tekanan
|
|
c.
Alat
yang Digunakan
|
:
|
Saputangan
besar, kain dengan berbagai macam tekstur (dari yang halus sampai yang kasar),
serta berbagai macam bentuk balok.
|
|
d.
Jalannya
Percobaan
|
:
|
3.1. Cara
Kerja Kekasaran Permukaan
Praktikan
diminta untuk menutup matanya. Kemudian dihadapan praktikan sudah tersedia
kain dengan berbagai macam tekstur. Praktikan diminta untuk meraba dan mengurutkan
kain dari kain yang bertekstur halus hingga kain bertekstur kasar.
3.2. Cara
Kerja Berbagai Bentuk
Praktikan
diminta untuk menutup matanya. Kemudian dihadapan praktikan sudah tersedia
balok dengan berbagai macam bentuk. Praktikan diminta untuk meraba dan
menyebutkan bentuk balok yang sedang dipegang.
|
|
e.
Hasil
Percobaan
|
:
|
3.1. Cara Kerja Kekasaran Permukaan
Praktikan berhasil mengurutkan
kain (halus-kasar) dengan urutan sebagai berikut:
Putih – hijau – ungu – hitam.
3.3. Cara
Kerja Berbagai Bentuk
Praktikan
berhasil menebak 2 macam bentuk balok dari total 5 macam bentuk balok.
Hasil
Sebenarnya:
3.1. Cara Kerja Kekasaran Permukaan
Kain dengan urutan dari halus ke
kasar yang benar adalah kain dengan warna sebagai berikut:
Hijau – putih – ungu – hitam.
|
|
f.
Kesimpulan
|
:
|
Perasaan
taktil dapat dibedakan menjadi perasaan taktil kasar dan perasaan taktil
halus. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh tractus spinothalamicus anterior, sedangkan implus taktil
halus
dihantarkan melalui faciculus gracilis
dan faciculus cunneatus.
|
|
g.
Daftar
Pustaka
|
:
|
Puspitawati,
I. (1999). Psikologi faal. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Seksi
Laboratorium Psikologi Faal. (2001). Petunjuk
Praktikum Psikologi Faal. Yogyakarta: Laboratorium Psikologi Faal
Fakultas Psikologi UGM.
Plotnik.R.
(2005:127). Introductio to psychology
7th edition. Australia: Thomson & Wodsworth.
Soewolo,
dkk. (1999). Fisiologi Manusia.
Malang: JICA
|
4.
|
Percobaan
|
:
|
Indera
Peraba
|
Nama Percobaan
|
:
|
Gerak
Refleks
|
|
Nama Subjek Percobaan
|
:
|
Fransiska
Pingky Arianti
|
|
Tempat Percobaan
|
:
|
Laboratorium
Psikologi Faal
|
|
a.
Tujuan
Percobaan
|
:
|
Untuk
mengetahui adanya gerakan-gerakan refleks pada otot.
|
|
b.
Dasar
Teori
|
:
|
Gerakan
refleks merupakan respons otomatis dari sebagian tubuh terhadap suatu stimulus.
Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Gerakan
ini terjadi dengan tiba–tiba tanpa bisa dicegah. Sistem saraf tak sadar
(otonom) merupakan gabungan dari sensorok dan motorik. Sistem saraf terbagi
menjadi dua:
1.
Sistem saraf sadar
Adalah sistem saraf yang mengatur
dan mengkoordinasikan semua kegiatan
yang dapat diatur menurut kemauan kita. Contohnya, melempar bola, berjalan,
berfikir, menulis, berbicara dan lain-lain. Otak dam sumsum tulang belakang
merupakan bagian dari saraf pusat. Selain saraf pusat terdapat pula saraf
tepi, saraf tepi berada diluar sistem saraf pusat. Atrinya saraf tepi
merupakan saraf yang menyebar pada seluruh bagian tubuh yang melayani
organ-organ tubuh tertentu, seperti kulit, persendian, otot, kelenjar,
saluran darah, dan lain-lain.
2. Saraf
tepi
· Susunan saraf simpatis/thoracolumbar. Berpangkal pada medula spinalis di daerah leher dan
daerah pinggang
· Susunan saraf parasimpatis/ cranio sacral. Berapangkal pada medula oblongata dan ada juga di sacrum.
Fungsi
sistem saraf terdiri atas:
·
Pusat koordinasi segala aktifitas
tubuh
·
Pusat kesadaran, memori, dan
intelegensi
· Pusat Higher Mental Procces, yaitu reasoning
(penalaran, berfikir, dan pengambilan keputusan)
Skema
gerak refleks:
Reseptor/
stimulus à
saraf sensorik à tali spinal à
interneuron à
saraf motorik à aksi/ efektor.
|
|
c.
Alat
yang Digunakan
|
:
|
Sebuah
martil refleks dengan bagian depan terbuat dari karet.
|
|
d.
Jalannya
Percobaan
|
:
|
Pratikan diminta untuk duduk diatas meja lalu
asisten laboratorium membenturkan martil refleks pada lutut pratikan hingga
terjadi reaksi pada lutut praktikan.
|
|
e.
Hasil
Percobaan
|
:
|
Praktikan merasakan rasa nyeri pada lututnya dan
tanpa disengaja lutut praktikan mengalami reaksi berupa gerakan setelah
martil refleks dibenturkan pada lutut untuk yang kedua kalinya. Gerakan
tersebut dinamakan gerak refleks.
Hasil
Sebenarnya:
1. Lutut
yang dipukul dengan martil refleks secara spontan akan bergerak à
ada gerak refleks.
2. Namun,
tidak harus bergerak à bisa juga terasa seperti
tersetrum.
|
|
f.
Kesimpulan
|
:
|
Gerakan
refleks merupakan respons otomatis dari sebagian tubuh terhadap suatu
stimulus. Skema gerak refleks adalah sebagai berikut:
Reseptor/
stimulus à
saraf sensorik à tali spinal à
interneuron à
saraf motorik à aksi/ efektor.
|
|
g.
Daftar
Pustaka
|
:
|
Plotnik.R.
(2005:127). Introductio to psychology 7th edition. Australia:
Thomson & Wodsworth.
Puspitawati,
I. (1999). Psikologi faal. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Soewolo,
dkk. (1999). Fisiologi Manusia.
Malang: JICA
|
Langganan:
Postingan (Atom)